Tuesday, 3 October 2017

[T2 : Struktur Data 4] : Apa Itu Bahasa Pemrograman & Sebutkan Jenis Bahasa Pemrograman?

Bahasa Pemrograman Merupakan prosedur/tata cara penulisan program. Pada bahasa pemrograman terdapat dua faktor penting, yaitu sintaks dan semantik.
Sintaks adalah aturan gramatikal yang mengatur tata cara penulisan kata, ekspresi dan pernyataan. Semantik adalah aturan - aturan untuk menyatakan arti.



Fungsi Bahasa pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrogram dengan computer.

Kualitas bahasa pemrograman:

  • Ekspresivitas : secara jelas menggambarkan algoritma yang dibuat oleh programmer
  • Dapat didefinisikan dengan baik : sintaks dan semantik harus konsisten tidak bermakna ganda
  • Tipe data dan strukturnya : berkemampuan untuk mendukung berbagai tipe data
  • Modularitasnya : harus mempunyai fasilitas subprogramming (modul)
  • Fasilitas masukan dan keluaran : harus mendukung berbagai model file (sequential, random, access, index, multiple index) dalam pemrosesan masukan dan keluaran
  • Portabilitas : harus dapat dipakai pada berbagai mesin komputer yang berbeda
  • Effisiensi : dapat dikompilasi dan dieksekusi secara cepat pada mesin komputer dimana program dapat diimplementasikan
  • Mudah dipelajari : harus mudah dipahami dan diajarkan
  • Bersifat umum : memiliki jangkauan luas untuk berbagai aplikasi
Secara umum terdapat 4 kelompok Bahasa Pemrograman yaitu:
  1. Object Oriented Language (Visual dBase, Visual  FoxPro, Dephi, Visual C)
  2. High Level (Seperti Pascal dan Basic),
  3. Middle Level (Seperti Bahasa C), dan
  4. Low Level (Seperti Bahasa Assembly).
Tipe Pemrograman :
1. Pemrograman Prosedural (Procedural Programming)
Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti algoritma adalah proses yang procedural.

Defenisi procedural adalah :
1.Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas
2.Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu masalah

Pada pemrograman procedural, program dibedakan antara bagian data dengan bagian instruksi. Bagian instruksi terdiri atas runtutan instruksi yang dilaksanakan satu persatu secara berurutan oleh pemroses. Alur pelaksanaan  instruksi dapat berubah karena adanya pencabangan kondisional. Data yang disimpan didalam memori dimanipulasi oleh instruksi secara beruntun atau procedural. Paradigma pemrograman seperti ini dinamakan pemrograman procedural.

Bahasa-bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran, dan C. mendukung kegiatan pemrograman procedural, karena itu mereka dinamakan juga bahasa procedural.

2. Pemrograman Terstruktur (Structured Programming)
Bahasa pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat menggunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan.
Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah  ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

Bahasa pemrograman terstruktur adalah  pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.

Kontrol program terstruktur (Tiga tipe Bahasa pemrograman terstruktur): 


1. Terurut (sequence) 
Setiap baris program akan dikerjakan secara urut dari atas ke bawah (setiap baris dikerjakan sekali atau tidak baris baris program yang tidak dikerjakan) 

2. Pilihan (selection/conditional) 
3. Pengulangan (repetition-loop)

Prinsip pemrograman terstruktur:
  • Pendekatan rancangan dari atas ke bawah (top down design), 
  • Bagi program ke dalam modul-modul logika yang sejenis, 
  • Gunakan sub-program untuk proses sejenis yang sering digunakan, 
  • Gunakan pengkodean terstruktur: (IF-THEN, DO-.. WHILE ), 
  • Hindarkan penggunaan perintah GO TO bila tidak diperlukan, 
  • Gunakan nama-nama bermakna (mnemonic names), dan Buat dokumentasi yang akurat dan berarti.
Gaya penulisan program terstruktur:
  • Menggunakan indentasi sehingga jelas struktur dan kontrol program.
  • Memudahkan pembacaan, pemahaman, penelusuran kesalahan dan pembuatan koreksi.
Contoh bahasa pemrograman terstruktur : Pascal. Cobol, RPG, ADA, C.

3. Pemrograman Modular (Modular Programming)

Program-program yang besar cenderung sulit terutama karena kompleksitas dari program tersebut, dan banyak bagian dengan hubungan yang rumit dan detail yang sebenarnya tidak perlu.

Salah satu metode dalam penyusunan program terstruktur adalah pemrograman modular. Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul-modul, dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal. Dengan membagi masalah ke dalam modul-modul, maka masalah akan menjadi sederhana sehingga program dapat lebih mudah disusun  dan dipahami.

  • Fungsi, Prosedur, atau kumpulan perintah-perintah dipaket menjadi suatu modul.
  • Dapat digunakan berulang-ulang, atau digunakan olah fungsi, prosedur lain dalam program.
Setiap program mempunyai  sebuah modul program utama, yang mengontrol semua proses yang terjadi, termsuk  mengirimkan kontrol program ke submodul untuk melakukan suatu fungsi tertentu.

Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine, yaitu sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.

  • Jika persoalan yang ingin dipecahkan melalui program terlalu besar, sebaiknya pemecahan masalah dilakukan secara bertahap
  • Setiap tahapan akan menghasilkan modul program
  • Setiap modul tersebut diberi nama sehingga untuk menyatakannya cukup dengan menyebut namanya
  • Deskripsi fungsional dari setiap modul adalah penting
Program yang didefinisikan modulnya dengan baik akan :
  • Mudah dibaca dan dimengerti oleh pemakai 
  • Efisien, karena modul yang sama mungkin dipakai pada beberapa tahapan program. 
  • Modular programming banyak dimanfaatkan oleh bahasa pemrograman OOP.
4. Pemrograman Fungsional (Functional Programming)
  • Suatu bahasa dimana ekspresi disusun atas fungsi panggilan (bukan pernyataan).
  • Fungsi: perintah-perintah yang terkumpul menjadi satu dan dapat menghasilkan suatu nilai. 
  • Disebut bahasa pemrograman fungsional karena memang pada program seluruh kodenya berupa fungsi-fungsi. Bahasa pemrograman fungsional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang  memperlakukan proses komputasi sebagai evaluasi fungsi-fungsi matematika. 
  • Isi dari Program fungsional tidak mengandung pernyataan perintah.
Contoh bahasa pemrograman fungsional : Lisp, Scheme, ML, Haskell, Erlang.

5. Pemrograman Berorientasi Objek

  • Object / Objek: Elemen yang memiliki fungsi, metode, karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
  • Class: Kumpulan Object-object yang memiliki kesamaan karakateristik.
  • Merupakan bahasa pemrograman yang  mampu memanfaatkan objek-objek yang tersedia atau membuat suatu objek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman.
  • Mampu merefleksikan kebutuhan-kebutuhan user sebagaimana lakyaknya yang ada di dunia nyata.
  • Relative lebih fleksibel dan mudah  diadaptasikan terhadap perubahan suatu program.
  • Memiliki feature yang memperkuat dan  meningkatkan flesibilitas suatu objek dengan diadanya class, instance, encapsulation, inheritance, reuseability, dan polymorphism.
Karakteristik Bahasa Berorientasi Objek:
  • Objek fisik: (Mobil dalam simulasi arus lalu lintas, Pesawat terbang dalam sistem pengontrolan lalu lintas udara)
  • Elemen dari lingkungan : (Windows, Objek  grafik ( garis, lingkaran, polygon))
  • Penyimpanan data (array, stack, Link list, binary tree)
  • Entitas orang (karyawan, mahasiswa, pelanggan, pasien)
Contoh bahasa pemrograman beroriantasi object : C++ , SmallTalks , Java.

6. Pemrograman Visual
Bahasa Visual


  • Penggunaan ekspresi visual(seperti grafik, gambar, atau ikon) yang sistematik dan mempunyai arti
  • Bahasa visual adalah himpunan simbol-simbol grafis dan teks yang mempunyai arti semantik dan digunakan untuk menyelesaikan masalah komunikasi di dunia.
Bandingkan:
Bahasa Textual mengacu pada penggunaan karakter (teks).
Bahasa tekstual konvensional hanya bekerja pada 1 dimensi karena
compiler/interpreter memproses program pada satu arah saja.


Pemrograman Visual:

  • “Penggunaan ekspresi visual (seperti grafik, gambar, atau ikon) dalam proses pemrograman”
  • “Mengacu pada aktivitas yang memungkinkan pengguna untuk membuat program dalam dua (atau lebih) dimensi.
Bahasa Pemrograman Visual :
  • “Bahasa visual digunakan dalam pemrograman visual”
Visualisi:
  • “Penggunaan representasi visual (grafik, gambar, atau animasi) untuk menggambarkan program, data, struktur atau tingkah laku dinamis sistem yang kompleks.”
Sistem Pemrograman Visual : 
  • “Sistem komputer yang mendukung baik pemrograman visual maupun visualisasi”
Biasanya merupakan jenis bahas pemrograman visual. Contoh : Visual Basic, Visual C++, Delphi, Borland Kilix.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Tolong berkomentar dengan sopan dan baik, Terimakasih.