Contoh Algoritma Membuat Nasi Goreng Dengan Flowchart dan Pseudocode - ANAKBLOGGER.COM

PageNavi Results No.

Contoh Algoritma Membuat Nasi Goreng Dengan Flowchart dan Pseudocode

Share This

Contoh Algoritma Membuat Nasi Goreng Dengan Flowchart dan Pseudocode - Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai algoritma, flowchart dan juga pseudocode. Disini akan membahas mengenai contoh algoritma pembuatan nasi goreng dengan flowchart dan pseudocode. Apakah pada sebelumnya Anda pernah mempelajari hal tersebut? Jika ya, mari mengingat kembali dan jika tidak mari belajar bersama-sama.

Kata atau kalimat 'algoritma' mungkin masih sangatlah asing bagi sebagian orang terutama untuk orang awam. Namun pada sebagian orang lainnya, kata algoritma ini terasa tidak asing di telinga mereka, khususnya mahasiswa Teknik Informatika atau sejenisnya, dan orang yang bergelut di bidang teknologi. 



Algoritma, flowchart, dan pseudocode sangat identik dengan bidang ilmu komputer. Ketiga hal tersebut berbeda satu sama lain dan tidak sama, ketiganya memiliki arti yang berbeda-beda serta memiliki fungsi masing-masing. Dari ketiganya, yang paling mempunyai ciri khas adalah flowchart karena sangat identik dengan diagram alir.


Namun ternyata algoritma, flowchart dan pseudocode ini bisa kita buat untuk aktivitas sehari-hari yang tidak berhubungan dengan ilmu komputer. Jadi tidak hanya yang berkaitan dengan ilmu komputer saja, kegiatan sehari-hari pun bisa dibuat. 


Contoh Algoritma Membuat Nasi Goreng Dengan Flowchart dan Pseudocode

Pada dasarnya algoritma, flowchart, dan pseudocode dibuat untuk memecahkan masalah dengan mengilustrasikan langkah-langkah secara terstruktur dan bisa di pahami oleh manusia. Ketika di hadapkan pada suatu project yang kompleks, pembuatan algoritma, flowchart dan pseudocode sangatlah di perlukan untuk memastikan alur project yang akan dibuat sudah sesuai dengan yang di inginkan.


Mempelajari algoritma, flowchart dan pseudocode sangatlah penting karena nantinya akan membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan lebih mudah. Akan ada perbedaan yang sangat terasa ketika mengerjakan suatu project tanpa adanya algoritma, flowchart dan pseudocode. 


Baca Juga :


Dengan adanya algoritma, flowchart dan pseudocode penyelesaian pekerjaan akan lebih maksimal, selain itu efektivitas waktu juga akan lebih cepat. Untuk membuat algoritma, flowchart dan pseudocode tidaklah mudah, maka dari itu Anda bisa belajar dari hal-hal yang sederhana terlebih dahulu sebelum membuat sesuatu yang kompleks.


Tujuan membuat algoritma, flowchart dan pseudocode dari aktivitas sehari-hari untuk melatih logika dalam menentukan alur ataupun langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dengan solusi yang tepat. Setiap aktivitas sehari-hari bisa kita buat, seperti membuat kopi, membuat teh manis, membuat nasi goreng, dan aktivitas-aktivitas lainnya. 


Pengertian Algoritma, Flowchart dan Pseudocode

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pembuatan algoritma, flowchart dan pseudocode. Apakah Anda sudah mengetahui definisi dari tiga hal itu? Jika tidak, mari bahas satu persatu secara sederhana dan ringkas. Jika sudah mengetahuinya, Anda bisa membaca kembali untuk mengingat atau langsung simak penjelasan berikutnya.


Secara singkat, Algoritma merupakan alur atau langkah-langkah logis yang dibuat untuk menyelesaikan suatu masalah. Flowchart merupakan suatu proses yang berbentuk diagram alir untuk memudahkan manusia memahaminya. Pseudocode merupakan penjabaran secara ringkas dari proses algoritma yang bertujuan agar memudahkan manusia dalam membaca alur algoritma. 


Baca Juga :


Dari ketiga penjelasan diatas, definisi masing-masing sangatlah berbeda dan tidaklah sama satu dengan yang lain. Namun, ketiganya merupakan komponen penting dalam merumuskan solusi suatu pekerjaan agar lebih mudah.


Sampai sini apakah sudah memahami perbedaan dari ketiganya? Anda bisa membaca artikel lainnya mengenai algoritma pada blog ini. Selanjutnya, yang akan kita bahas adalah pembuatan algoritma, flowchart dan pseudocode dalam aktivitas sehari-hari.


Contoh Algoritma, Flowchart dan Pseudocode Membuat Nasi Goreng 

Pembuatan algoritma, flowchart dan pseudocode untuk membuat nasi goreng akan jauh lebih mudah apabila kita tahu cara memasaknya. Namun, tetap bisa membuatnya meskipun tidak tahu cara memasaknya. Anda bisa memperkirakan cara pembuatannya dengan melakukan pencarian di internet atau menanyakan pada orang terdekat yang bisa memasak nasi goreng.


Dibawah ini merupakan contoh algoritma, flowchart dan pseudocode dalam membuat nasi goreng. Silahkan simak dan baca artikel ini hingga akhir untuk mengetahuinya.


Algoritma Membuat Nasi Goreng

Berikut ini adalah Algoritma pembuatan nasi goreng :

  1. Siapkan minyak goreng, nasi, telur dan bumbu lain.
  2. Siapkan bahan pelengkap (ayam suir, ati ampela, sayur, dll).
  3. Siapkan piring, penggorengan, dan kompor.
  4. Letakkan penggorengan di atas kompor dan nyalakan kompor.
  5. Masukkan minyak ke penggorengan
  6. Masukkan telur.
  7. Masukkan nasi.
  8. Tambahkan bahan pelengkap.
  9. Tambahkan bumbu penyedap rasa.
  10. Aduk bahan dan bumbu menjadi satu.
  11. Tuangkan nasi ke piring
  12. Nasi goreng siap di makan.


Flowchart Membuat Nasi Goreng

Berikut ini Flowchart membuat nasi goreng :


Pseudocode Membuat Nasi Goreng

Berikut ini merupakan Pseudocode membuat nasi goreng :

  1. Mulai
  2. Input minyak
  3. Input telur
  4. Input nasi
  5. Input bumbu
  6. Aduk hingga merata
  7. If (ingin pedas) Then Input sambal
  8. Elseif (tidak pedas) Then Aduk
  9. Aduk kembali hingga merata
  10. Hidangkan nasi goreng


Penutup

Demikianlah artikel mengenai Contoh Algoritma Membuat Nasi Goreng Dengan Flowchart dan Pseudocode. Semoga dengan adanya konten artikel ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda yang membacanya serta menambah wawasan ilmu baru mengenai algoritma, flowchart dan pseudocode.


Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel ini hingga akhir, mohon maaf apabila ada kesalahan kata atau kalimat dalam penulisan artikel ini. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini pada rekan-rekan sekitarmu. Jika ada pertanyaan seputar isi dari artikel, boleh menuliskan pertanyaan pada kolom komentar yang ada dibawah ini.

No comments:

Post a Comment

Tolong berkomentar dengan sopan dan baik, Terimakasih.

Boxed(True/False)

close